Saturday, May 30, 2015

MBS4. SIBUK?


Aku tidak sibuk kemarin. Memang ada beberapa kegiatan yang harus kulakukan, tetapi aku yakin semua orang juga harus melakukan kegiatan-kegiatan serupa: mencari nafkah, mendatangi undangan, menemui tamu dan tidak ketinggalan melayani keluarga. Artinya aku seharusnya tidak beralasan sibuk.

Tetapi aku tidak membuat MBS3 kemarin. Dan sebagai hukumannya, aku tidak menganggap diriku berhak menulis judul MBS3.

Ok, entah penting entah tidak. Yang jelas bagiku jelas: tidak boleh lagi menunda menulis. Aku ingat betul kemarin pagi, sehabis Subuh, aku bisa menulis tetapi sengaja menundanya. Lalu kelupaan sampai sore dan malam datang... sama sekali tidak teringat untuk menulis.

===================

Salah satu perbedaan padepokan dengan kota riuh di luar adalah: tenteram.

Dalam padepokan,suasananya terasa tenteram. Semua orang sibuk, tetapi kesibukan setiap orang bisa dijalankan tanpa membuat kami menjadi 'tidak manusiawi'. Berbeda dengan di luar, alasan sibuk membuatku (setelah tidak di padepokan) tidak sempat mengobrol dengan tetangga, mengebut di jalan dan selalu merasa terburu-buru entah apa yang dituju.

Konon aku pernah merasa sangat membutuhkan uang beberapa juta. Kupikir dengan uang itu aku akan hidup nyaman, tenang dan tenteram. Nyaman karena sandang pangan papan tercukupi, tenang karena bisa mencari nafkah tanpa diuber-uber keharusan, dan tenteram karena hatiku pasti bisa fokus. Ternyata ketika uang yang kubutuhkan berada di tangan, dan aku punya cukup waktu luang, kenyamanan dan ketenangan itu gagal kudapat. Apalagi ketenteraman.

Aku jadi sering merindukan padepokanku. Satu hal yang jelas-jelas tidak mungkin terwujud.

===================

Gambar dari https://kanal3.wordpress.com/category/artikel-ku/
MBS: Menulis Blog Serial

No comments:

Post a Comment