Monday, June 1, 2015

MBS6. MR. STEVE




Aku ingin bercerita sedikit tentang Mr. Steve, guru wali yang dekat dengan kami para murid. 

Sebelum datang ke padepokan, dia adalah seorang profesor yang mengajar di kampus apa namanya di Singapura. Mungkin Nan Yang atau semacam itu nama kampusnya. Aku tidak begitu tahu apakah itu nama kampus atau nama kota di sana.

Dia datang ke padepokan ketika aku masih berumur sepuluh. Dipapah Guru Hendra, Mr. Steve ketika itu tampak terluka parah, konon katanya habis dikeroyok begal. Sedihnya, isterinya meninggal dengan sangat mengenaskan dalam pengeroyokan itu sehingga Mr. Steve depressi.

Guru kepala kemudian menangani Mr. Steve secara intensif sehingga akhirnya beliau bisa menerima kepergian isterinya. Selama beliau dirawat, orang-orang dari Singapura dan Australia bolak-balik datang ke padepokan.

Setelah pulih Mr. Steve memilih untuk tinggal di padepokan dan mengajar ilmu-ilmu exakta sambil menekuni silat. Karena silat beliau belum begitu tinggi, kami tidak memanggilnya Guru. Tetapi karena beliau sudah berumur dan juga mengajar di kelas pengetahuan umum, kami memanggilnya Mister.

Sebenarnya ada beberapa guru bule di padepokan kami, tetapi karena mereka mengajar silat maka kami memanggil mereka dengan sebutan Guru, misalnya Guru Heinrich dan Guru Fred.
Mr. Steve sangat dekat dengan anak-anak. Dia bilang sejak menikah tidak pernah punya anak sehingga dia menyayangi kami sebagai anak-anaknya.

Setelah tragedi terjadi di padepokan dan kami berpencaran k luar, au tidak pernah mendengar lagi kabar Mr. Steve.

Aku berdoa semoga dia tidak termasuk menjadi korban dalam peristiwa itu, sambil berharap suatu saat bisa bertemu kembali dengannya.

Mr. Steve adalah sosok ayah yang baik. Karena itu aku merindukannya sebagai seorang anak merindukan kasih sayang ayahnya.

=================


MBS: Menulis Blog Serial

No comments:

Post a Comment