Saturday, June 6, 2015

MBS9. INTERAKSI


Toko bangunan Berdikari (aku salah menyebutnya Toko Berdiri pada saat pertama aku datang) adalah toko yang ramai pengunjung. Konon dulunya Pak Haji hanya membuka toko material kecil, tetapi makin hari tokonya makin besar.

"Kulinya juga bertambah terus..." ujar salah satu tukang yang membeli material ke toko ini, "Kelihatannya Pak Haji punya ilmu pesugihan..."

Aku tidak setuju dengan ucapan tukang itu. Setelah beberapa hari bekerja, aku mengenal Pak Haji dengan baik. Dengan pengalaman di padepokan sejak kecil, aku tahu betul bahwa Pak Haji sama sekali kosong dari ilmu pesugihan, pengasihan dan sebagainya. Tetapi aura Pak Haji dan toko ini memang positif, sangat positif bahkan. Mungkin karena ketaataan dan kedermawanan Pak Haji dan keluarganya.

Tetapi ucapan nyinyir seperti tukang itu kudengar juga dari pembeli-pembeli lainnya. Bahkan dari kuli juga aku mendengarnya. Bahkan dari salah satu penerima derma Pak Haji sendiri.

Aku semula tidak mengerti bagaimana para kuli dan penerima derma bisa berlaku buruk kepada majikan/pemberi santunannya. Tetapi lama kelamaan aku melihat bahwa di luar padepokan, orang-orang memang tidak banyak yang hidup dengan rasa syukur dan berterima kasih.

Mereka tidak dididik untuk bersyukur pada Sang Pencipta dan tidak bisa berterima kasih kepada sesama.

Dalam padepokan, sikap tidak berterima kasih dianggap sebagai awal pembangkangan. Ada sebuah kelas bernama Kelas Budi, dikhususkan bagi anak-anak yang budi pekertinya bermasalah.

No comments:

Post a Comment